Cara Over Kredit Rumah Subsidi yang Aman

Cara Over Kredit Rumah Subsidi

KPR merupakan salah satu fasilitas perbankan yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat mewujudkan keinginan dengan membeli rumah hunian impian. Akan tetapi, proses cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak selamanya dapat berjalan dengan mulus. Karenanya, diperlukan cara over kredit rumah subsidi yang aman.

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh adanya proses pelunasan KPR yang dapat berlangsung dalam jangka waktu lama hingga pulihan tahun. Sehingga, tidak jarang ada waktu dimana Anda mengalami berbagai kesulitan keuangan hingga tak sanggup membayar cicilan bulanan.

Jika hal tersebut tidak segera ditindaklanjuti akan berakibat pada penyitaan rumah oleh pihak bank. Karenaya, salah satu solusi yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan over kredit dengan menjualnya melalui pihak lain yang bersedia membeli rumah Anda dan membayar cicilannya.

Artikel berikut akan membahas mengenai beberapa cara over kredit rumah yang aman dan dapat sekaligus menjadi rekomendasi pilihan Anda. Informasi dan penjelasan lengkapnya dapat Anda ketahui berdasarkan ulasan berikut.

1. Cara Over Kredit Rumah Melalui Bank

Over kredit melalui bank merupakan salah satu cara over kredit rumah yang aman dimana pihak pembeli dapat mengajukan permohonan KPR langsung kepada pihak bank. Proses pengajuan KPR ke bank dapat dilakukan jika penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua telah sepakat untuk melakukan transaksi jual beli.

Pengajuan KPR ke bank yang sama dinilai lebih mudah karena pihak bank memiliki data-data rumah sebagai objek KPR. Karenanya, dalam hal ini sangat disarankan bagi Anda untuk mengajukan KPR ke bank yang sama agar prosesnya dapat berjalan dengan lebih mudah dan lancar.

Syarat yang perlu Anda perhatikan ketika ingin pengajuan KPR Anda disetujui oleh bank adalah sudah adanya sertifikat rumah jadi sebagai jaminan bank. Selain itu, Anda juga perlu melampirkan beberapa dokumen-dokumen pendukung lainnya seperti fotokopi IMB, fotokopi pembayaran angsuran 3 bulan terakhir, buku tabungan, identitas penjual dan pembeli, akta jual beli yang bernotaris, surat perjanjian, surat kuasa pengambilan sertifikat, fotokopi perjanjian kredit yang sudah ditandatangani oleh pembeli, dan fotokopi sertifikat rumah yang sudah distempel oleh pihak bank.

2. Over Kredit Rumah Melalui Notaris

Kedua, cara over kredit rumah subsidi yang aman dapat dilakukan dengan over kredit melalui notaris. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara penjual dan pembeli secara bersama-sama menghadap notaris dan mengutarakan keinginan masing-masing untuk melakukan kegiatan jual beli rumah.

Selanjutnya, notaris akan membantu memproses kegiatan tersebut dengan meminta berbagai dokumen-dokumen pendukung seperti fotokopi perjanjian kredit, IMB, PBB, pembayaran angsuran dan sertifikat yang distempel bank serta data penjual dan pembeli.

Pembeli yang setuju untuk menggunakan over kredit melalui notaris biasanya merupakan pembeli yang tidak yakin bahwa pengajuan KPRnya diterima oleh bank. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kewenangan bank untuk menolak pengajuan KPR dari pembeli jika pembeli atau debitur dianggap tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Hal ini sekaligus menjadi kelebihan over kredit melalui notaris, yaitu tidak memerlukan persetujuan dari bank.

Demikian beberapa informasi mengenai cara over kredit rumah subsidi yang aman. Semoga artikel tersebut dapat membantu Anda, khususnya dalam menentukan jenis investasi yang sesuai.

Temukan hunian impian Anda bersama Xavier Marks Kelapa Gading dan pastikan Anda mendapat info lengkap mengenai berbagai hunian premium yang nyaman dengan berbagai penawaran dan promo terbaik di akun Instagram @xmarks_kelapagading dan website Xavier Marks Kelapa Gading disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest post

Gallery

Send A Message

Ada yang Ingin Anda Tanyakan Pada Kami?

Xavier Marks Summarecon Bekasi siap menjadi partner terbaik Anda untuk berdiskusi dan memberikan kemudahan transaksi dalam bidang real estate